
“SELOGAN”
Dari dulu sampai sekarang banyak orang bilang bahwa Indonesia merupakan Negara yang kaya dan subur serta aman sentosa. Begitu juga banyak para pejabat Pemerintah kita bilang bahwa Indonesia merupakan Negara berkembang. Kita juga tidak lupa bahwa sampai dengan saat ini Indonesia telah 6 kali mengalami pergantian Pemimpin Negara atau seringkali kita sebut Presiden. Tetapi apa yang terjadi sekarang, dari dulu sampai saat ini selogan Indonesia sebagai Negara berkembang terus melekat dihati rakyat. Tentunya hal ini tidak sesuai dengan realita yang ada dan merupakan bentuk pembodohan yang ditunjukkan secara abstrak oleh para pejabat Pemerintahan kita kepada rakyat Indonesia. Pada kenyataannya masih banyak rakyat miskin yang hidup serba kekurangan. Ini merupakan suatu permasalahan dasar yang telah menjadi suatu bukti bahwa Indonesia merupakan Negara miskin.
Hal ini tercermin dari semakin bertambahnya jumlah pengangguran di Indonesia setiap tahun, meningkatnya arus populasi para gelandangan dan pengemis, bertambah banyak anak-anak putus sekolah sehingga melahirkan anak-anak jalanan dan lain sebagainya. Mereka telah menjadi masalah sosial yang harus segera diatasi.
Jika kita perhatikan saat ini, peranan dari Pemerintah Pusat sangat kurang dalam merespon keberadaan mereka. Departemen Sosial selaku instansi Pemerintah yang paling bertanggung jawab pun tidak terdengar suaranya dalam memberikan perhatian khusus kepada para PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial). Pekerjaan mereka mengalir hanya sekedar mengikuti program kerja yang sudah ada sebelumnya. Tidak ada inovasi terbaru dari program kerja yang mereka buat, terkesan hanya sebagai formalitas belaka. Sehingga permasalahan sosial ini menjadi permasalahan regenerasi setiap tahunnya, tidak ada perubahan menuju ke arah lebih baik yang dapat ditunjukkan secara signifikan dari tahun ke tahun.
Dan pada akhirnya tidak terasa sudah berjalan hampir 4 tahun masa bakti Presiden kita ke-6 beserta staf jajarannya, sementara dalam rentan waktu selama hampir 4 tahun itu kita juga tidak merasakan adanya perubahan dalam sektor ekonomi. Rakyat miskin masih terus berteriak tentang kelangkaan minyak tanah dan mahalnya harga sembako, semakin bertambah jumlah pengangguran dan anak-anak yang putus sekolah. Menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang tertinggal jauh dihadapan bangsa-bangsa lain.
Inilah realitas yang terjadi di Indonesia, meskipun para pejabat Pemerintah berhasil membumikan selogan Indonesia sebagai Negara berkembang, tetapi keberadaan rakyat miskin tetap menjadi bukti Indonesia sebagai Negara miskin. Sepertinya para pejabat kita lupa dengan apa yang dimaksud Demokrasi yaitu bentuk pemerintahan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Oleh sebab itu miskin atau tidaknya dari suatu Negara dinilai dari kehidupan ekonomi rakyatnya.
----------xxxxxx---------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar